Penglihatanku

September 7th, 2007 by methanafora

pasang
surut…rebah….hujan.

ungu,
kuning, hijau…merah……

ada
hitam….ada putih…

hitam
selaputi putih…putih…selaputi hitam

 

arak…arang….kayu
bakar…

hidup…mati….
tertiup angin…

terbang…hinggap….bertatakan

 

tongkat….beduk….itu
alunan…

irama
hidup….bersandaran

 

terbang…
air, udara ….bintang

terang…gelap….karna
… alunan

 

duniaku…. Alunan

alun-alun…..duniaku….

 

melambai…dilambai….

perlahan….bangkit….jatuh….terbang…

mengalun….kecil….terbang

 

hanyut….terbuai….alunan

tersentak…..karna…buaian.

 

hitam
– putih…gelap – terang….

alunan….buaian…..duniaku.

Dimana hiburan untukku (tentang kegundahan)

August 27th, 2007 by methanafora

Picasso2
Mana hiburanku…gambar..suara untukku

Gambarmu ternyata sesak…. dipenuhi dengan kriminal …zat-zat buatan…pelarut syaraf tubuh…
Itu yang kudapati sehari-hari…

Gambarmu…suaramu…
semarak kemewahan…
foya-foya…pesta pora…
ganti pasangan….berulang-ulang…

Suaramu…
semakin hari…menghanyut…
membuat lupa berfikir…lupa bertanya-tanya
hiburanku…menjadi bangunan – bangunan kokoh…
semua untuk dagangan..
hiburanku … berlubang-lubang….
kian hari kian menganga…tak tertampalkan…

Mana hiburan untukku…
semua berubah jadi mahal….tuk’ kudapati

Gambarmu….suaramu….penuh..sesak…
peletak-peletik …plintat-plintut….dengan pantat.

Dimana hiburan untukku…
tuk’ menjawab kegundahanku….
Kematian umat,….bumi…..
jadi hiburan lumrah untukku….
lebih lumrah.. dari nasi….
yang kian hari kian tinggi tuk’ kugapai…

Hiburan untukku adalah ketakutan….
milikku yang hilang…yang akan hilang…
kado untuk anakku…istriku…dan anak cucuku…
ketakutan…kado milikku….dari moyangku…
ditukar….dijadikan dagangan…
dengan materai…dan…
lambang-lambang kebesaran….

Bahkan….pada saat aku tidur…..
mimpi…mimpiku terenggut… tanpa sepengetahuanku…
hiburanmu palsu….membuaiku…. demi dagangan….

dimana hiburan untukku….
Untuk anakku…istriku…dan anak-cucuku.

Vangoghthatchedcottages

endnote—
dari catatan saat kugundah
"Karyaku…Kutulis, kukumpulkan…untukmu..untukku…kita berbagi”(Tegil,2003)

(Pramudya Ananta Toer, Anak Semua Bangsa ; 124)

July 17th, 2007 by methanafora

Achildoffallnations……….. Kau tak kenal Bangsamu
sendiri ! Sekarang dengan tambahan ; Kau tak kenal negerimu sendiri! Baik, aku
tak mengenal bangsa dan negeriku. Perasaan malu yang pada tempatnya. Aku akan
tebus dakwaan tak tertangkis itu. Berapa kati kiranya yang dipikul lelaki
bercelana tanggung hitam didepan sana itu?

Aku tak tahu. Ia memikul kranjang tinggi kacang tanah. Akan dijual pada
siapa? Dimana? Kacang Cuma sepikul itu?

Aku tak tahu. Berapa harganya? Aku tak
tahu. Tak tahu! Tak tahu! Apa badannya cukup sehat untuk memikul? Juga tidak
tahu.. Apa ia terpaksa untuk memikulnya? Makin tidak tahu. Berapa panennya dalam
setiap seratus meter persegi? Gila!

Pertanyaan ini mulai menganiaya pikiran.
Ya, itu baru tentang seorang pemikul kacang, kau, goblok yang tinggi hati!
Kalau kau tidak tahu tentang pokok sekecil itu, kau hanya melihat tubuhnya dan
geraknya. Sungguh memalukan kalau kau menulis tentangnya, hei, kau pengarang
kepala besar !..(Pramudya Ananta Toer, Anak Semua Bangsa ; 124) tetralogi 

Hot Pilin

May 20th, 2007 by methanafora

two piece…
still hot in the rain
thats charming me.. would be us
get hot together
with our wonder
may the
rainbow applaused in cloud
to hard of role play
but we playing around.. still, that was.. right now

and
tomorrow well fine
holi
stic sky move on.. be faster by wind
be
hold on parade by rainbow
we fallin out by
our dreaming

heavennously.. not by naugthy
but trush can border us
sign of flatter deligible… hang out.

lets play keep on singing!
made colorfull…
on rule cyrcle.

“le premier roman sur le peuple”

April 10th, 2007 by methanafora

“…. C’est une oeuvrede verite,

le
premier roman sur le peuple,

qui ne mente pas et qui ait l’odeur du peuple.

Et
il ne faut point conclure que le peuple tout entire est mauvais,

car mes
personnages ne sont pas mauvais,

ils ne sont qu ‘ignorants et gates par le
milieu de rure besogne et de misere ou ils vivent…”

-
Emile Zola, L’Assommoir, 1877 -

30307

April 1st, 2007 by methanafora

Chrisye (chrismansyah rahadi).. I proud of you&always love your song.. Bless you.. In calm of heaven!

Saved :
14:21:35
31/03/2007

Clip… its Cup

March 7th, 2007 by methanafora

Get your clip.

Get its your cup.

Get ones visible.

Get the right.. true.

Get the one… love.

Get your style.

Get your best.

Get your light.

Get in live.

mountain sickness

September 29th, 2006 by methanafora

kabut itu terlalu pekat

bikin sesak

kuncup itu jadi muram

gembala gembala bermalasan

padi dituai tak lagi berbulir

burung tak khayal terbang tinggi

dan babipun kesulitan minum

kemana cari susu?

air hidup… tapak tetap berjejak.. bahkan dibatu sekalipun.

urat nadiku tertusuk………..

frankeinsist….

September 6th, 2006 by methanafora

tarian pembuluhku….

semilir… menarik masyuk ke belantara

tinggi terbang kecipak mengayun… menguncup mengembang menghela melambai mengagungkan……… menatap… mengkeranda,,,,,,,,,

tubuh ini pucat………..

tarian tak lagi berirama. bisa jadi iramanya berbeda.

kau mengingatkanku.

ulir kuncup itu semakin indah

tarianmu samar…

dimana pedang langit… anakmu belum lagi lelap.

ufuk pagi menjelma….. merangsang nyanyian kepak burung burung

lalu musik semakin keras.

pagi ini aku ingin flute……. lengkingannya

hingga telingaku terangkat, mengalir menusuk hingga ke lekukku berkeringat… Lalu dadaku mengempis hingga alur lirih nafasku berketukan.

daun kelapa masih saja gemerisik…… Serabut akar menggurat disanalah aku hinggap.

sejenak melukis gelombang dan pori pasir, jejak, rangka dan sel mati potongan kayu.

sore ini jingga menjelaga..  ikan menjauh dari permukaan.. hingga neon memanggil memapah keikhlasan tuk berbakti.

air semoga tak jadi pekat, kuminum dengan akal.

ruh makhluk memancang, angin ini dingin. kutabur daun lipatan..

aku masih mau berguru.

warna warni memandu… jejak tumit alur pasir

menatap bintang, bulan dan matahari… mesra cumbui kehidupan

hingga nafas tak mengalir di arus tubuh….

nyanyian itu membuatku tenang.

Spotlight !!!

September 2nd, 2006 by methanafora

Adalah benar bahwa kita lahir sebagai embrio benih persetubuhan ibu dan bapak kita… Adalah benar bahwa pemikiran kita (terhadap apa yang kita lakukan dan perbuat) merupakan bentuk dari wacana sang guru.. Hanya… yakinlah bahwa kamu bukan anak siapa-siapa… bukan hak dari penciptamu, bukan milik pembentukmu Kita adalah anak zaman…. Tumbuh dan dibesarkan oleh zaman… olehnya kita berfikir dan bertindak.