tarian pembuluhku….
semilir… menarik masyuk ke belantara
tinggi terbang kecipak mengayun… menguncup mengembang menghela melambai mengagungkan……… menatap… mengkeranda,,,,,,,,,
tubuh ini pucat………..
tarian tak lagi berirama. bisa jadi iramanya berbeda.
kau mengingatkanku.
ulir kuncup itu semakin indah
tarianmu samar…
dimana pedang langit… anakmu belum lagi lelap.
ufuk pagi menjelma….. merangsang nyanyian kepak burung burung
lalu musik semakin keras.
pagi ini aku ingin flute……. lengkingannya
hingga telingaku terangkat, mengalir menusuk hingga ke lekukku berkeringat… Lalu dadaku mengempis hingga alur lirih nafasku berketukan.
daun kelapa masih saja gemerisik…… Serabut akar menggurat disanalah aku hinggap.
sejenak melukis gelombang dan pori pasir, jejak, rangka dan sel mati potongan kayu.
sore ini jingga menjelaga.. ikan menjauh dari permukaan.. hingga neon memanggil memapah keikhlasan tuk berbakti.
air semoga tak jadi pekat, kuminum dengan akal.
ruh makhluk memancang, angin ini dingin. kutabur daun lipatan..
aku masih mau berguru.
warna warni memandu… jejak tumit alur pasir
menatap bintang, bulan dan matahari… mesra cumbui kehidupan
hingga nafas tak mengalir di arus tubuh….
nyanyian itu membuatku tenang.